![]() |
| INI CARA GAMPANG TANPA PUSING UNTUK MENGETAHUI BANYAKNYA POPULASI DALAM SATU EKOSISTEM. |
Ketika kalian mengamati komponen-komponen pembentuk
ekosistem, kalian mendapatkan beberapa komponen biotik yang
sejenis. Misalnya dalam kebun berukuran 3 m × 7 m terdapat tiga jenis
pohon, yaitu dua pohon akasia, tiga pohon kelapa, dan tiga pohon jati.
Kalian juga menemukan sekelompok semut dan sekelompok burung.
Nah, sebatang pohon, seekor semut, dan seekor burung tersebut
merupakan individu. Sedangkan dua pohon akasia, tiga pohon kelapa,
tiga pohon jati, sekelompok semut, dan sekelompok burung merupakan
populasi. Individu berasal dari bahasa Latinu
in (tidak) dan dividus (dapat dibagi). Jadi, individu diartikan sebagai
satu organisme hidup yang berdiri sendiri dan secara fisiologis bersifat
bebas serta tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya. Populasi
juga berasal dari bahasa Latin, yaitu populus (semua yang bertempat
tinggal pada suatu tempat). Sehingga pengertian populasi adalah sekelompok
individu sejenis (satu spesies) yang menempati suatu daerah pada waktu
tertentu. Makhluk hidup dikatakan sejenis apabila mempunyai persamaan
bentuk tubuh, dapat melakukan perkawinan, dan mampu
menghasilkan keturunan yang fertil.
Besarnya populasi dapat dinyatakan
sebagai densitas atau kerapatan, yaitu jumlah individu anggota populasi di
suatu luasan tertentu. Perhatikan persamaan berikut.
Jumlah Individu
Densitas = -----------------
Luas Daerah
Densitas populasi pada suatu daerah dapat berubah setiap
saat, tergantung beberapa faktor, seperti emigrasi, migrasi, natalitas,
dan mortalitas.
Untuk mengetahui cara menentukan
besarnya populasi, diskusikan kasus di bawah ini.
Pada suatu padang rumput terdapat
dua populasi kijang. Di daerah A terdapat 3.000 ekor kijang dan
luas daerah tersebut adalah 2 km2 . Sedangkan di
daerah B yang memiliki luas 3 km2 terdapat kijang sebanyak 1.500 ekor
kijang. Selama 1 tahun, 150 ekor kijang beremigrasi ke daerah B, terjadi
kelahiran sebanyak 200 ekor, dan terjadi kematian sebanyak 75 ekor.
Sedangkan di daerah B 50 ekor kijang beremigrasi ke daerah A, terjadi
kelahiran 100 ekor, dan kematian sebanyak 25 ekor. Berapa kerapatan populasi
kijang di daerah A dan B mula-mula? Berapa populasi kijang di daerah A dan
B setelah kurun waktu 1 tahun? Presentasikan hasil diskusi kalian di depan
kelas.
Di alam, populasi makhluk hidup
saling berinteraksi satu sama lain. Kumpulan beberapa populasi tersebut
adalah komunitas. Contohnya adalah komunitas padang rumput.
Komunitas tersebut disusun oleh berbagai populasi rumput, populasi
kijang, dan populasi harimau. Kata komunitas berasal dari Bahasa
Latin commune (umum). Kesatuan komunitas dengan lingkungan
hidupnya yang saling berinteraksi dengan faktor lingkungan disebut
ekosistem.
Kumpulan dari berbagai komunitas
pada suatu zona habitat disebut bioma. Bioma di bumi bisa dikelompokkan
menjadi bioma darat (terestrial) dan bioma perairan (akuatik). Bioma
terestrial terjadi karena
daratan memiliki variasi geografis
seperti ketinggian di atas permukaan laut dan garis lintang. Di daratan
terdapat 6 bioma yaitu bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan hujan
tropis, bioma hutan 4 musim, bioma taiga, dan bioma tundra. Contoh bioma
yang ada di Indonesia adalah hutan hujan tropis.
Kesemua bioma yang ada di bumi atau
semua zona kehidupan di bumi disebut biosfer (lapisan kehidupan). Biosfer
meliputi semua lapisan kehidupan, dari dasar laut yang dalam sampai
lapisan udara di mana masih terdapat kehidupan. Biosfer merupakan kumpulan
semua komunitas dan ekosistem yang ada di planet bumi, meliputi semua
bagian dari lapisan bumi paling atas, yaitu air, kulit bumi, dan atmosfer.
Habitat dan Nisia
Di dalam habitatnya, setiap individu atau populasi mempunyai peranan tertentu (produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer). Dua atau lebih jenis makhluk hidup dapat mempunyai peran yang sama. Contohnya adalah berbagai jenis tumbuhan yang hidup di hutan. Untuk memenuhi kebutuhannnya akan unsur hara, air, dan cahaya matahari, berbagai jenis tumbuhan yang berukuran kecil hidup menempel pada pepohonan. Ada yang hidup sebagai epifit di pangkal pohon, batang, dan bagian kanopi, serta ada pula yang hidup sebagai parasit. Habitat yang spesifik tersebut dikenal dengan nisia atau relung ekologi (ecological niche).
Habitat dan Nisia
Di dalam habitatnya, setiap individu atau populasi mempunyai peranan tertentu (produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer). Dua atau lebih jenis makhluk hidup dapat mempunyai peran yang sama. Contohnya adalah berbagai jenis tumbuhan yang hidup di hutan. Untuk memenuhi kebutuhannnya akan unsur hara, air, dan cahaya matahari, berbagai jenis tumbuhan yang berukuran kecil hidup menempel pada pepohonan. Ada yang hidup sebagai epifit di pangkal pohon, batang, dan bagian kanopi, serta ada pula yang hidup sebagai parasit. Habitat yang spesifik tersebut dikenal dengan nisia atau relung ekologi (ecological niche).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar